
Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, Islamic Book Fair nampaknya bukan hanya sebagai 'pesta' nya para penerbit dan pecinta buku Islam saja, namun juga ‘pesta’ nya beberapa komunitas yang sering menjadikan IBF sebagai ajang silaturahmi untuk anggota komunitas mereka. Salah satu yang menjadikan IBF sebagai agenda yang wajib diikuti adalah komunitas pecinta nasyid.
Sebagai salah satu jenis aliran musik ber-genre religi, nasyid memang sudah memiliki tempat dihati para pecintanya. Di Indonesia saja sudah tercatat beberapa perkumpulan dan komunitas mereka, sebut saja ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara) dan FSNI (Forum Silaturahmi Nasyid Indonesia). Kedua komunitas tersebut memiliki anggota di hampir seluruh wilayah di Indonesia.
‘Rasa memiliki’. Itulah mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perasaan komunitas pecinta nasyid terhadap Islamic Book Fair. Hal ini dirasa tidak berlebihan, karena sejak pertama penyelenggaraannya, IBF selalu mengadakan ajang pencarian bakat berupa lomba nasyid yang setiap tahunnya selalu disambut antusias oleh mereka.
Meski tidak sepopuler genre musik lain seperti pop, rock, atau bahkan mungkin dangdut, nasyid terbukti tetap eksis di jalurnya seolah tidak gentar menghadapi gempuran popularitas genre musik lain. Sebut saja Snada, Opick, Haddad Alwi, dan Sulis yang tetap konsisten berkiprah di jalur musik religi. Bahkan kiprah mereka banyak diikuti oleh penyanyi-penyanyi lain yang notabene bukan penyanyi nasyid (religi) seperti Ungu, Wali, Syahrini, Afgan, dan beberapa penyanyi lain yang ‘ikut-ikutan’ mengeluarkan single (album) religi meski sifatnya musiman (hanya di bulan Ramadhan). Eksistensi nasyid sebagai salah satu genre musik yang mulai diperhitungkan ini semakin ditegaskan dengan mem-booming-nya penyanyi solo maupun group nasyid asal luar negeri. Setelah Raihan, group nasyid asal negeri jiran Malaysia yang cukup digemari oleh penikmat nasyid Indonesia, kini ada Maher Zain, solois asal Swedia kelahiran Lebanon yang dua tahun terakhir ini begitu populer dengan lagu-lagu religinya yang soulfull dengan kemampuan musikalitas berkelas internasional.
Fenomena tersebut semakin menegaskan bahwa nasyid akan tetap eksis selagi ada pihak-pihak yang memperhatikan dan concern terhadap perkembangan nasyid itu sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan oleh panitia Islamic Book Fair adalah dengan tetap mengadakan ajang pencarian bakat-bakat baru dibidang nasyid lewat lomba nasyid. Lomba nasyid yang akan digelar tahun ini mengambil tema Idola Nasyid Indonesia (INI). Tema ini sengaja diangkat ditengah ramainya boyband dan girlband yang hampir setiap saat menghiasi layar televisi dengan penampilan musikalitas serta tampilan fisik yang tidak sesuai dengan kaidah Islam. Diharapkan bakat-bakat baru nasyid ini nantinya akan menjadi icon nasyid yang bisa menjadi contoh baik untuk masyarakat.
Selain lomba nasyid, panitia IBF juga akan kembali menggelar Indonesian Nasheed Awards (INA). INA adalah ajang penganugerahan yang diberikan kepada para munshid (sebutan untuk penyanyi/group nasyid) yang sudah mengeluarkan single maupun album. Tahun 2012 ini adalah kali kedua penyelenggaraan INA. Dalam ajang INA ini panitia IBF bekerjasama dengan Aliansi Radio Islam Indonesia (ARIN) dan Forum Silaturahmi Nayid Indonesia (FSNI). Penilaian untuk INA sendiri dilakukan berdasarkan banyaknya peminat (request) lagu yang sering diputar oleh radio-radio yang tergabung dalam ARIN.
INI-INA (Idola Nasyid Indonesia - Indonesian Nasheed Awards). Itulah tema besar yang diangkat panitia IBF dalam rangka memasyarakatkan nasyid di Indonesia. Untuk lomba nasyid (INI) akan mulai digelar babak penyisihannya pada 28 Januari 2012 bertempat di Mall Ekalokasari Bogor, 19 Februari 2012 di Depok Town Square, dan 25 Februari 2012 di Metropolitan Square Tangerang. Babak semifinal dan final tanggal 12 dan 14 Maret 2012 di panggung utama IBF. Sedangkan Indonesian Nasheed Awards (INA) akan digelar tanggal 17 Maret di panggung utama IBF. (Gun)


Comments
ketentuan lomba nasyid-nya bagaimana?
RSS feed for comments to this post