Opini Pilihan
Amalkan Alqur’an Walau Harus Lapar dan Mati

Jakarta – Sekjen Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir, dalam sebuah talkshow di Islamic Book Fair 2013 mengatakan bahwa, kemenangan dan kekuatan itu hanya satu dalam Islam.

“Dalam Alqur’an yang namanya menang, yang namanya kuat, hanya satu yakni pertolongan Allah SWT,” ungkapnya di panggung utama IBF 2013, Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Senin (5/3).

Kepemimpin dalam Alqur’an, sambungnya, hanya satu logikanya. “Yakni Allah SWT hanya akan memberikan pertolongan kepada yang menolong dan memenangkan agama Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, umat Islam harus serius mempelajari Alqur’an dan harus mempersiapkan waktu khusus dan rutin untuk mempelajari Alqur’an. “Siapkan waktu untuk membaca Alqur’an paling tidak sehari satu juz, setengah di pagi, setengah di malam, dan luangkanlah waktu untuk mentadaburi Alqur’an paling tidak sehari satu ayat,” terangnya.

Ia berpesan agar harus berani mengamalkan Alqur’an dalam aspek kehidupan. “Amalkanlah Alqur’an, walau dimulai dari satu ayat meski harus berani lapar, walau harus berani mati,” pungkasnya dalam talkshow yang mengangkat tema, Memilih Pemimpin Yang Berkarakter Qur’ani ini.[]mahdi/ibf

 
Hasil Lomba Debat Antar Kampus

 

Final Lomba Debat Kampus IBF 2013

Jakarta – Islamic Book Fair 2013 menyelenggarakan final Lomba Debat Antar Kampus. Lomba ini telah melewati empat tahap diantaranya tahap seleksi yang meloloskan delapan kampus ke babak penyisihan, serta babak semi final yang diikuti empat kampus, dan final yang diikuti dua kampus terbaik.

Dalam babak final yang menghadirkan Universitas Brawijaya dan LIPIA ini, pada puncaknya memenangkan Universitas Brawijaya yang hanya terpaut tiga point di atas finalis lainnya. Salah satu dewan juri, Dr. Fahmi Lukman, memaparkan gambaran kriteria penting dalam penilaian juri.

“Seorang intelektual ketika menjawab tantangan bukan dengan emosional tapi dengan argumentasi,” ungkapnya di panggung utama IBF 2013, Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Rabu (6/3).

Fahmi juga mengatakan bahwa, kecurangan-kecurangan yang dilakukan peserta termasuk mengakses internet melalui media apapun, akan mengakibatkan pengurangan nilai. “Sedetil apapun juga kita perhatikan,” ujarnya.

Dalam debat ini, dewan juri menegaskan bahwa debat di sini bukan opini tetapi masing-masing pihak harus mempertahankan argumentasinya. Argumentasi yang dipakai juga haruslah sistematis, konstruktif, dan tidak berlindung pada satu ayat saja.

Dan dalam final ini, telah ditetapkan pemenangnya serta pembicara terbaik. Diantaranya juara 1 dari Universitas Brawijaya (Unibraw), juara 2 dari Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Al-Qur'an (LIPIA), dan juara 3 dari Universitas Gajah Mada (UGM), serta pembicara terbaik diberikan pada Ahmad Wahyudi dari Unibraw. []mahdi/ibf

 

 

 

 
Nominasi & Pemenang IBF Award 2013

 

 

 

Nominasi Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Anak :

1. Judul                     : Balada Sepeda Butut

Penulis                  : Bambang Joko Susilo

Penerbit                 : Bestari Kids

2. Judul                     : Gado-Gado Rasa Matematika

Penulis                  : Gol A Gong dan Tias Tatanka

Penerbit                 : Zikrul Kids

3. Judul                     : Kakakku Tersayang

Penulis                  : Nurhayati Pujiastuti

Penerbit                 : Lintang Indiva

4. Judul                     : Rumah Angker

Penulis                  : Gesi Yutaba

Penerbit                 : Lintang Indiva

5. Judul                     : Tanda Lahir Keberuntungan

Penulis                  : Andri Saptono

Penerbit                 : Selaksa Publishing


Penerima Penghargaan IBF Award ke-9 tahun 2013 Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Anak adalah :

Balada Sepeda Butut, Penulis : Bambang Joko Susilo, Penerbit : Bestari Kids

 

 

Nominasi Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa :

1. Judul                     : Elang dan Bidadari

Penulis                  : Puput Sekar

Penerbit                 : Harian Republika

2. Judul                     : Jawara Angkara di Bumi Krakatau

Penulis                  : Fatih Zam

Penerbit                 : Metamind

3. Judul                     : Jihad Terlarang

Penulis                  : Mataharitimoer

Penerbit                 : Literati

4. Judul                     : Lontara Rindu

Penulis                  : S. Gegge Mappangewa

Penerbit                 : Harian Republika

5. Judul                     : Sang Pemusar Gelombang

Penulis                  : M. Irfan Hidayatullah

Penerbit                 : Salamadani


Penerima Penghargaan IBF Award ke-9 tahun 2013 Buku Islam Terbaik Kategori Fiksi Dewasa adalah :

Lontara Rindu, Penulis : S. Gegge Mappangewa, Penerbit : Harian Republika

 

 

Nominasi Buku Islam Terbaik Kategori Nonfiksi Anak :

1. Judul                     : Aku Anak Saleh

Penulis                  : Abu Nadifa

Penerbit                 : Al-Kautsar Kids

2. Judul                     : Aqidah, Senangnya Belajar Islam

Penulis                  : Ummuthoriq el-Kanzo

Penerbit                 : Salamadani

3. Judul                     : Hijrah Yuk ! Berubah Menjadi Muslim Hebat

Penulis                  : Bambang Trim & Irma Susilowati

Penerbit                 : Pandu Aksara

4. Judul                     : Jagalah Allah, Allah Akan Menjagamu

Penulis                  : Muhammad Yasir, Lc

Penerbit                 : Al-Kautsar Kids

5. Judul                     : Mengapa Allah Menciptakan Angka ?

Penulis                  : Bambang Trim

Penerbit                 : Pandu Aksara


Penerima Penghargaan IBF Award ke-9 tahun 2013 Buku Islam Terbaik Kategori Nonfiksi Anak adalah :

Jagalah Allah, Allah Akan Menjagamu, Penulis : Muhammad Yasir, Lc, Penerbit : Al-Kautsar Kids

 


Nominasi Buku Islam Terbaik Kategori Nonfiksi Dewasa :

1. Judul                     : Chiefdom Madinah Salah Paham Negara Islam

Penulis                  : Dr. Abdul Aziz, MA

Penerbit                 : Alvabet

2. Judul                     : Mendamaikan Ahlus Sunnah di Nusantara

Penulis                  : Abu Muhammad Waskito

Penerbit                 : Pustaka Al-Kautsar

3. Judul                     : Nasab dan Status Anak Dalam Hukum Islam

Penulis                  : Dr. H. M. Nurul Irfan, M.Ag

Penerbit                 : Amzah

4. Judul                     : Nuruddin Zanki & Perang Salib

Penulis                  : Alwi Alatas

Penerbit                 : Zikrul Media Intelektual

5. Judul                     : Ulama & Kekuasaan

Penulis                  : Jajat Burhanudin

Penerbit                 : Noura Books Mizan


Penerima Penghargaan IBF Award ke-9 tahun 2013 Buku Islam Terbaik Kategori Nonfiksi Dewasa adalah :

Ulama & Kekuasaan, Penulis : Jajat Burhanudin, Penerbit : Noura Books Mizan

 

 

Nominasi Buku Islam Terbaik Kategori Terjemahan :

1. Judul                     : Al-Qur’an Untuk Hidupmu

Judul Asli               : The Qur’an and The Life of Excellence

Penulis                  : Dr. Sultan Abdulhameed

Penerjemah          : Aisyah

Penerbit                 : Zaman

2. Judul                     : Erdogan; Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki

Judul Asli               : Asy-Syaikh Ar-Rasi Thayyib Erdogan – Mu’adzdzin Istambul wa

Muhathim Ash-Shanam Al-Ataturki

Penulis                  : Syarif Taghian

Penerjemah          : Mastur Ilham dan Malik Sufar

Penerbit                 : Pustaka Al-Kautsar

3. Judul                     : Tafsir Al-Wasith

Judul Asli               : Tafsirul Waasith

Penulis                  : Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili

Penerjemah          : Muhtadi, dkk

Penerbit                 : Gema Insani

4. Judul                     : The Greatness of Al-Andalus

Judul Asli               : God’s Crucible Islam and The Making of Europe

Penulis                  : David Levering Lewis

Penerjemah          : Yuliani Liputo

Penerbit                 : Serambi

5. Judul                     : The Mystery of Historical Jesus

Judul Asli               : The Mystery of The Historical Jesus

Penulis                  : Louay Fatoohi

Penerjemah          : Yuliani Liputo

Penerbit                 : Mizan Pustaka


Penerima Penghargaan IBF Award ke-9 tahun 2013 Buku Islam Terbaik Kategori Terjemahan adalah :

The Mystery of Historical Jesus, Judul Asli : The Mystery of The Historical Jesus, Penulis : Louay Fatoohi, Penerjemah : Yuliani Liputo, Penerbit : Mizan Pustaka

 

 
IBF 2013 Tampil Beda

 

Islamic Book Fair (IBF) kembali hadir untuk kedua belas kalinya sejak 2002. Kini IBF 2013 hadir dengan berbagai acara yang menarik dengan menghadirkan juga bintang tamu spesial dari level internasional maupun tokoh-tokoh nasional. Seperti apa konsep acaranya di 2013? Apa keunggulannya di banding IBF di tahun-tahun sebelumnya? Temukan jawabannya dalam wawancara dengan salah satu panitia yang membawahi bidang acara, Cecep Abdul Fatah.

1. 12th Islamic Book Fair 1434/2013 (IBF 2013) ini apakah akan sama dengan IBF 2012, mengingat temanya yang hampir mirip?

Jadi memang untuk IBF 2013 ini, tentunya kami dari panitia acara akan mengemas sesuatu yang berbeda dari tahun kemarin. Kami akan lebih menitik-beratkan kepada kualitas acara, dimana akan kami hadirkan para pembicara yang memiliki kapasitas di bidangnya, serta tokoh-tokoh nasional maupun internasional.

2. Bisa dijelaskan gambaran konsep acaranya?

Konsep yang akan dibuat berupa Edutaiment. Jadi edukasi yang dikemas dengan entertaiment, sehingga ini akan menjadi daya tarik bagi para pengunjung. Selain dari acara itu, kami juga melakukan acara pada pra kondisi, tujuannya adalah untuk mensosialisasikan Islamic Book Fair 2013 ke khalayak secara lebih luas lagi. Diantara acara pra kondisi yaitu, festival nasyid, seminar nasional di berbagai kampus, serta kita akan mengadakan acara lomba debat antar kampus.

3. Selain itu, apa saja acara yang baru di IBF 2013?

Selain acara pra kondisi, diantaranya seminar dan debat kampus yang di tahun-tahun sebelumnya belum kita adakan, kita juga akan mengadakan Olimpiade Sains dan Matematika, dan acara untuk anak dengan menggandeng beberapa lembaga termasuk menghadirkan Kak Seto. Selain itu, panitia juga mengundang tokoh-tokoh yang tergabung dalam Majelis Ulama dan Intelektual Muda Indonesia (MIUMI) untuk mendeklarasikan IBF 2013 dengan tema “Menuju Umat Berkarakter Qur’ani”.

4.    Apa yang melatarbelakanginya?

Latar belakang tema besar kita, berangkat dari keprihatinan kita terhadap moral masyarakat bangsa Indonesia, yang mana saat ini marak bahwa tingkat korupsi di Indonesia semakin tinggi, dan itu diawali dari moral masyarakat Indonesia itu sendiri. Berangkat dari situ maka kami dari panitia mencoba mengusung sebuah tema bagaimana membentuk umat berkarakter Qur’ani, yang harapannya ini menjadi sebuah wacana baru bagi masyarakat secara umum. Bagaimana kita bersama-sama, bahu membahu untuk mensosialisasikan pentingnya membangun moral bangsa ini.

5. Apakah ada pihak lain yang digandeng IKAPI DKI Jakarta dalam menyukseskan IBF 2013?

Tentunya kesuksesan acara ini dibantu oleh beberapa pihak, terutama sponsor utama. Insya Allah sponsor utama IBF tahun ini adalah BNI Syariah. Kami juga menggandeng beberapa lembaga pendidikan, lembaga-lembaga pesantren, dan lembaga lainnya yang terkait dengan konsep pendidikan untuk sama-sama berpartisipasi memberikan kontribusi terhadap keprihatinan bangsa ataupun umat saat ini. Selain itu, kita juga disupport oleh beberapa media.

6. Bagaimana konsep sosialisasinya?

Sosialisasinya memang sudah dari jauh hari kita lakukan. Pertama kita melalui beberapa media, diantaranya media cetak, media elektronik, dan media-media sosial lainnya. Dan untuk mendekatkan lagi, maka kita menggunakan media-media outdoor agar informasi IBF ini sampai ke masyarakat secara luas.

7. Apa yang menjadi keunggulan IBF 2013 dibanding yang sebelum-sebelumnya?

Keunggulan dari IBF tahun ini, dari jumlah peserta pameran tahun ini tentunya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dari konsep dan kualitas acara, kita coba tonjolkan dengan menghadirkan tokoh-tokoh yang berkompeten dibidangnya, baik tokoh nasional maupun internasional. Juga banyaknya lembaga pendidikan yang akan mensupport acara IBF 2013. Dan yang membedakan IBF tahun ini dengan tahun sebelumnya, insyaAllah kita akan mengadakan seminar tentang referensi film yang sebelumnya belum pernah diadakan, kecuali sebatas launching film. Karena media dakwah sekarang bukan hanya buku, tapi juga yang bersifat audio visual seperti film. Dan Alhamdulillah respon dari masyarakat sangat bagus, ini terbukti dari beberapa film seperti Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan lainnya. Kami akan mencoba membedah, bagaimana sih cara mengangkat sebuah film dari judul buku yang best seller.

8. Bentuk perhatian dan pelayanan terhadap pengunjung?

Tentunya dari mulai layout stand, kami lebih mengutamakan akses pengunjung untuk lebih mudah mengakses semua stand yang ada. Jadi layout tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Kami juga berencana memperluas lagi area stand. Kemudian, karena pengunjungnya setiap tahun membludak, maka pada tahun ini kami menargetkan pengunjung sebanyak 400.000 orang, yang mana mereka bisa dengan nyaman berkunjung ke Islamic Book Fair untuk mendapatkan buku-buku yang berkualitas, bagus, serta acara-acara yang menarik.

9. Terakhir, apa harapan dari panitia acara dengan konsep tahun ini?

Harapan kami adalah, dengan Islamic Book Fair bisa membangun sebuah wacana, membuka cakrawala terhadap umat saat ini, khususnya kaitannya dengan persoalan saat ini dari sisi karakter dan moral bangsa. Dengan IBF 2013 ini, kami menjadikan sebuah tema, “Membentuk Umat berkarakter Qur’ani” dengan harapan membangun karakter dan moral bangsa kedepannya lebih baik lagi berdasarkan Alqur’an. Berikutnya, kami dari para penerbit juga berkomitmen menerbitkan buku-buku yang benar-benar bermutu, sebagai bahan bacaan yang bermanfaat untuk menjadi bekal bagi umat. Dan akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk insan perbukuan dan masyarakat luas. Sampai jumpa di IBF 2013, 1 - 10 Maret 2013, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Destinasi Wisata Buku Islam Terbesar dan Terlengkap.

 

 
Agar Anak Mencintai Buku

 

 

Agar Anak Mencintai Buku
Oleh : SyifaIyah

Buku adalah gudang ilmu. Ungkapan itu sangat akrab ditelinga kita. Membaca buku ibarat membuka gudang ilmu dan meraup sebanyak-banyaknya pengetahuan. Membaca juga akan membuka cakrawala berfikir dan menggiring kita menuju kebangkitan, tak hanya dari sisi sains dan teknologi tapi menuju kebangkitan pemikiran yang akan menempatkan manusia pada posisi terbaik sebagai hamba Allah sekaligus meraih ketinggian martabat di dunia dan akhirat.

Hanya saja minat baca di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil survei UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki  minat baca masyarakat yang paling rendah di ASEAN (Warta Online, 26 Januari 2011). Rendahnya minat baca ini dibuktikan dengan indeks membaca masyarakat Indonesia yang baru sekitar 0,001 persen, artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang masih memiliki minat baca tinggi. Angka ini masih sangat jauh dibandingkan dengan angka minat baca di Singapura yang memiliki indeks membaca sampai 0,45 (Media Indonesia, 17 Mei 2010).

Berbagai permasalahan dikatakan sebagai penyebab rendahnya minat baca masyarakat. Salah satunya sering dikorelasikan dengan rendahnya tingkat kesejahteraan sehingga sulit bagi masyarakat untuk mengakses buku-buku yang harganya cukup mahal. Sedangkan perpustakaan sendiri sangat sedikit jumlahnya dan seperti menjadi tempat yang angker dengan tumpukan-tumpukan buku tua yang tidak menarik bagi masyarakat.

Minat membaca memang sangat erat kaitannya dengan tingkat intelektualitas dan kesejahteraan masyarakat. Negara-negara barat yang notabene dikatakan maju dari sisi ilmu pengetahuan umumnya memiliki indeks membaca yang cukup tinggi. Sehingga minat membaca dan kecintaan terhadap buku ini harus terus dipacu yang berarti juga meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

Pupuk Minat Baca Sejak Dini : Keteladanan Orang Tua

Belajar di waktu kecil ibarat mengukir diatas batu, belajar diwaktu dewasa ibarat mengukir diatas air. Pepatah ini juga berlaku terkait dengan upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Membaca akan menjadi sebuah habbits(kebiasaan)  bagi masyarakat jika sejak kecil mereka dikondisikan untuk mencintai buku dan aktifitas membaca.

Membuat anak mencintai buku merupakan hal yangurgentbagi setiap orang tua. Terutama ditengah maraknya dunia digital dewasa ini. Buku seolah menjadi sesuatu yang kuno dan ketinggalan dibandingkan dengan televisi, video game/plays station atau internet. Anak-anak pun cenderung lebih menggemari plays station dibandingkan membaca buku. Hingga butuh upaya keras dari orang tua maupun guru untuk membuat anak mencintai dan mau membaca buku.Saat terbaik untuk menanamkan kecintaan membaca buku pada anak, tentu harus dilakukan sejak dini.

Menanamkan habbitsmembaca sejak dini  pada anak akan lebih mudah jika orang tuanya juga pencinta buku. Sehingga orang tua harus berupaya menanamkan kebiasaan membaca pada diri mereka dulu. Bagaimanapun keteladanan adalah contoh terbaik bagi anak. Orang tua yang tidak suka membaca buku umumnya juga tidak akan tertarik untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Realitas yang nampak di lingkungan saya sendiri umumnya tetangga-tetangga lebih suka membelikan plays station yang berharga mahal daripada memberikan sebuah buku pada anak-anaknya.

Dalam buku reading alloud handbook digambarkan penulisnya membuat sebuah perubahan besar dalam minat baca anak-anak saat dia mulai membacakan buku pada anak sekolah di depan kelas. Sesuatu yang sangat jarang kita saksikan dalam dunia pendidikan kita dewasa ini. Umumnya di sekolah tidak dirangsang sedemikian rupa agar anak mencintai buku dan mau membaca. Kegiatan membaca pun seolah hanya menjadi sebuah rutinitas “wajib” yang membosankan. Wajib membaca literatur-literatur terkait mata pelajaran, membaca jika harus membuat paper atau tugas-tugas sekolah, dan lainnya. Sehingga membacatak menjadi sebuah kebiasaan menyenangkan yang lahir dari kecintaan.

Kapan mulai mengajak anak membaca buku?

Mengajak anak membaca bisa dilakukan dengan membacakan buku sedini mungkin pada anak. Dalam buku “Membuat Anak Gila Membaca” karangan Muhammad Faudzil Adhim, beliau dan istrinya mulai membacakan buku pada anak mereka bahkan sejak beberapa hari setelah lahir. Hingga ketika berumur sembilan bulan anak mereka sudah bisa memilih sendiri buku yang akan dibacakan untuknya, subhanallah. Dikatakan juga bahwa membacakan buku untuk anak, bahkan bisa dimulai sejak anak masih dalam kandungan.

Membacakan buku untuk anak juga hendaknya dijadikan sebagai sebuah rutinitas yang menyenangkan antara ibu dan anak. Menurut Felix Siauw dalam bukunya yang berjudul “Habbits” membangun habbits itu butuh dua hal yaitu practice (mempraktekkan) dan repetition (pengulangan). Hingga membacakanbuku untuk anak secara berkala dan terus menerus akan menumbuhkan kecintaan alami dalam diri anak pada buku sekaligus aktifitas membaca.

Mendekatkan Buku dengan Anak

Membuat anak dekat dengan buku juga salah satu cara menanamkan kecintaan anak pada buku. Saya pribadi merasa terlambat mulai membacakan buku untuk anak-anak. Hanya saja kecintaan mereka terhadap buku berawal dari kebiasaan berinteraksi dengan buku-buku di rumah. Mereka melihat ada banyak buku di lemari, melihat kedua orang tuanya sering memegang dan membaca buku bahkan tak jarang ada buku di dekat tempat tidur mereka.

Ketika usia mereka semakin bertambah, mereka mulai senang membolak-balik buku, bahkan  tak jarang merobek-robeknya. Tapi, jangan marah dulu jika anak-anak merobek buku karena itu sebenarnya merupakan sinyal positif yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap buku. Sehingga orang tua jangan menjauhkan buku dari anak tapi memberikan buku-buku yang berbahan keras semisal dari karton agar tidak mudah rusak, atau bisa juga sejenis buku bantal yang aman bagi balita.

Membuat perpustakaan kecil di rumah juga bisa menjadi satu jalan bagi orang tua untuk mendekatkan buku pada anak. Perpustakaan yang menarik minat baca anak-anak tentunya harus disuasanakan dengan ceria dan menyediakan buku-buku yang sesuai untuk anak.

Mendidik Melalui Buku

Dari kegiatan membaca kita juga bisa dengan mudah menanamkan berbagai kebiasaan baik dan nilai-nilai islami pada anak. Mengenalkan Allah, Rasulullah sampai membiasakan sholat fardlu, mengenalkan shaum, jilbab dan sebagainya. Tentunya orang tua harus memilihkan buku yang sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan berfikir anak.

Membacakan buku kepada anak juga akan membantu mengalihkan anak-anak dari ketergantungan pada dunia digital semisal televisi dan plays station. Selain itu juga akan meningkatkan kecintaan anak-anak pada ilmu pengetahuan sejak dini yang kelak akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka. Aktifitas membaca juga akan semakin mengeratkan hubungan emosional antara ibu dan anak. Dan ini tak akan didapatkan ketika anak nonton televisi dan bermain plays station.

Dengan trik-trik yang menyenangkan sembari bermain, membaca akan menjadi satu pengalaman menarik buat anak. Mereka tanpa sadar akan mencintai buku dan gemar membaca. Jika demikian, itu berarti kita telah membukakan pintu gudang ilmu bagi mereka dan semoga kelak mereka akan menjadi pencinta-pencinta ilmu sebagaimana para ilmuwan dan ulama di masa keemasan islam dulu, aamiin yaa Rabb.

Peran Negara

Menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku tentu bukan semata tanggung jawab orang tua. Negara juga bertanggungjawab dalam menciptakan suasana yang kondusif agar rakyatnya gemar membaca dan mudah mengakses sumber bacaan berkualitas. Misalnya dengan membangun banyak perpustakaan yang memiliki koleksi buku lengkap dan up to date mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Begitu juga menciptakan kurikulum pendidikan sedemikian rupa yang membangun minat baca dan kecintaan anak-anak pada ilmu.

Sejarah emas kekhilafahan Islam (kepemimpinan Islam) mencatat semaraknya pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia Islam dengan banyaknya perpustakaan dan jumlah koleksi bukunya  yang amat mengagumkan. Misalnya perpustakaan di Cordova pada abad ke 10mempunyai lebih 600,000 jilid buku. Perpustakaan Darul Hikmah di Kaherah mempunyai 2,000,000 jilid buku. Perpustakaan Al-Hakim di Andalusia memiliki berbagai buku dalam 40 ruangan di mana setiap ruangan tersebutterdapat 18,000 jilid buku. Di perpustakaan Abudal Daulah di Shiraz (Iran Selatan) pula, buku-bukunya memenuhi 360 buah ruangan. Sementara ratusan tahun sesudahnya (abad 15M), menurut catatan Ensiklopedia Katolik, perpustakaan Gereja Canterbury yang merupakan perpustakaan dunia Barat yang paling kaya saat itu, jumlah bukunya tidak melebihi 1,800 jilid saja.

Wow!!! Sungguh luar biasa, mari kita bandingkan dengan perpustakaan dan koleksi bukunya di Indonesia hari ini??? Wajar jika kekhilafahan dulu menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya, semoga itu bisa kembali terulang,semoga tak lama lagi, aamiin yaa Mujibas sailin. Untuk kitu, mari kita manfaatkan Islamic Book Fair (IBF) 2013 ini sebaik-baiknya serta semaksimal mungkin agar bisa mendapatkan berbagai bekal dan referensi  yang bermanfaat.Sampai jumpa di IBF 2013,1 - 10 Maret 2013, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Destinasi Wisata Buku Islam Terbesar dan Terlengkap.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

IKAPI

There seems to be an error with the player !

Alamat Kantor
IKAPI DKI Jakarta
Jl. Mustika Jaya No.9 Rawamangun. Jakarta 13220
Telp: 021-47862881, Fax: 021-4712323, Email: islamic_bookfair@yahoo.com
YM: