 JAKARTA – Cendikiawan Islam, Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa penyelenggaraan Islamic Book Fair (IBF) 2009 tak sekedar sebuah pameran buku. Namun idealisme yang mendasari penyelenggaraan IBF yaitu syiar Islam. “Ada idealisme yang kuat di belakang IBF yaitu syiar Islam,” katanya dalam pembukaan IBF 2009, di Jakarta (28/2).
Nasaruddin menyatakan bahwa melalui IBF ini ada kesempatan bagi dialog dan bertukar informasi antara pemerintah, generasi muda dan umat Islam. Bayangkan saja, kata Nasaruddin, ratusan pengunjung akan mampu mengakses informasi tentang Islam melalui buku-buku di arena IBF. Apalagi, kata Nasaruddin, serangkaian kegiatan imiah juga digelar dalam IBF seperti talkshow, bedah buku, serta orasi ilmiah. “Ini akan menukarkan banyak pengetahuan bagi umat Islam,” katanya.
Nasaruddin juga melihat semakin meningkatnya anemo umat Islam untuk mengakses buku, termasuk buku-buku tentang Islam. Umat Islam memiliki kesadaran lebih tinggi untuk terus menambah ilmu dan wawasan mereka tentang Islam mengenai buku.
Selain itu, Nasaruddin, juga berharap IBF ini akan meningkat menuju level internasional sehingga umat akan memperoleh buku-buku Islam dari luar, baik dari Timur Tengah atau pun buku dari Barat. Namun hal ini memang tidak dapat dilalui dengan mudah karena komoditi impor, termasuk buku memiliki pajak yang masih tinggi. Oleh karena itu diperlukan sinergi antara penerbit dan pemerintah. Karena hal ini akan mendorong perkembangan industri buku di Indoensia.
Di sisi lain, Nasaruddin mengingatkan agar masyarakat Islam juga memberikan apresiasi kepada penulis. Di Indonesia, ungkap Nasaruddin, penulis masih mendapatkan kompensasi yang belum maksimal dari penerbit. Sehingga banyak orang berpendapat menulis tidak dapat dijadikan sebagai profesi untuk mencari nafkah. Sedangkan di Barat, royalti buku demikian tinggi sehingga dapat menghidupi penulis.
|
wow power leveling