|
Sunday, 14 March 2010 |
|
JAKARTA—Aktor sinetron papan atas Indonesia, Dude Herlino berhasil lolos casting film “Dalam Mihrab Cinta”. Film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El-Shirazy berjudul “Dalam Mihrab Cinta” itu menurut rencana akan mulai syuting bulan Juni 2010.
“Dude akan memerankan tokoh Syamsul Hadi, seorang santri yang dituduh mencuri dan dikeluarkan dari pesantrennya. Dia kemudian menjalani hidup penuh liku, termasuk mencopet, hingga akhirnya berhasil membuktikan dirinya mampu menjadi orang yang berguna,” kata Habiburrahman El-Shirazy yang akan langsung bertindak sebagai sutradara film “Dalam Mihrab Cinta” pada acara Coming Soon Dalam Mihrab Cinta di arena Islamic Book Fair (IBF) ke-9 tahun 2010 di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (13/3/2010).
Film “Dalam Mihrab Cinta” diproduksi oleh Sinemart – perusahaan film yang sebelumnya juga sukses mengangkat novel Habiburrahman El Shirazy berjudul “Ketika Cinta Bertasbih” ke layer lebar. Film “Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2” secara nasional berhasil mearih angka jumlah penonton sekitar 5,9 juta orang. “Selama beberapa bulan terakhir pihak Sinemart telah melalukan casting terbuka untuk mencari para pemain film “Dalam Mihrab Cinta”. Salah satu pemeran yang sudah dinyatakan lolos casting adalah Dude Herlino,” papar Habiburrahman.
Dude Herlino mengaku sangat senang bisa terpilih sebagai salah satu pemeran film “Dalam Mihrab Cinta”. “Sejak awal saya merupakan pengagum dan pencinta karya-karya Kang Abik. Karena itu ketika diadakan casting “Ketika Cinta Bertasbih” saya ikut agar bisa memerankan film tersebut. Ketika “Dalam Mihrab Cinta” mengadakan casting, saya juga ikut. Alhamdulillah, saya bisa terpilih sebagai salah satu pemeran film “Dalam Mihrab Cinta”. Mudah-mudahan saya dapat memberikan acting yang terbaik,” ujar Dude.
Habiburrahman mengatakan, dalam film tersebut tokoh Syamsul Hadi kepalanya akan dibotaki. “Kita akan botaki Dude Herlino,” tegas Habiburrahman.
Mendengar hal tersebut, Dude mengaku siap. “Saya siap dibotaki, demi totalitas dalam memerankan film “Dalam Mihrab Cinta’. Lagi pula, toh rambut kepala tersebut nantinya akan tumbuh lagi,” tutur Dude Herlino.***
|
|
|
Sunday, 14 March 2010 |
|
JAKARTA—Novelis terkemuka Indonesia, Habiburrahman El-Shirazy meluncurkan novel terbarunya yang berjudul “Bumi Cinta” di arena Islamic Book Fair (IBF) ke-9 tahun 2010, di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (13/3/2010). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan penggemar Kang Abik – panggilan akrab Habiburrahman. “Novel “Bumi Cinta” saya tulis untuk menjawab kerinduan para penggemar karya-karya saya,” tutur novelis alumnus Al-Azhar University Cairo, Mesir itu.
Pengarang yang telah berhasil menjual masing-masing ratusan ribu copy untuk novel-novelnya yang terdahulu, yakni “Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih” dan “Dalam Mihrab Cinta” itu mengaku penulisan novelnya yang terbaru paling berat dibandingkan novel-novel sebelumnya. “Untuk menulis novel “Bumi Cinta” ini saya melakukan riset setahun. Proses penulisannya pun memakan waktu setahun, dan saya selesaikan saat berhaji tahun 1430 H/ 2009 M. Saya selesaikan novel ini di sela-sela ibadah haji di Arafah dan Mina,” paparnya.
Novel ini mengambil setting Rusia, tepatnya Moskwa, sebuah negeri yang penduduknya paling mengusung kebebasan seks di dunia, sekaligus pengakses situs porno terbesar di dunia. “Dalam novel saya menghadirkan seorang tokoh yang harus mengalami ujian iman yang sangat besar dalam hidupnya, yakni kehidupan seks bebas. Melalui novel ini saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar selalu berupaya menjaga imannya di mana pun berada. Untuk itu, tokoh utama novel ini langsung saya terjunkan ke kota Moskwa yang godaan imannya sangat dahsyat,” ujarnya.
Novel ini juga banyak menyinggung soal atheisme. “Melalui novel ini saya juga ingin menyampaikan pesan kepada pembaca, terutama para pemuda, agar berhati-hati terhadap tipu daya atheisme dan komunisme yang belakangan semakin agresif bergerak di Indonesia. Dulu Lenin dan Stalin membunuh jutaan warga Uni Soviet. Apa jadinya kalau G 30 S berhasil dan komunis menguasai Indonesia? Mungkin nasib Indonesia pun sama dengan Uni Soviet,” tegas Habiburrahman.
Seperti novel-novel sebelumnya, novel “Bumi Cinta” pun dibumbui dengan kisah cinta yang sangat menarik. “Kisah itu harus ada, karena kisah cinta selalu menarik untuk ditulis dan diungkapkan. Namun, cinta yang saya jalinkan dalam novel ini maupun novel-novel sebelumnya adalah cinta yang fitrah, cinta yang mampu memberikan pencerahan, cinta yang dapat mendekatkan seseorang kepada Sang Pencipta,” tuturnya.
Novel “Bumi Cinta” diterbitkan oleh Author Publishing bekerja sama dengan Basmala. Selama Islamic Book Fair (IBF) ke-9 tahun 2010 yang akan berlangsung hingga hari Ahad (14/3/2010), para pengunjung bisa mendapatkan novel “Bumi Cinta” di stan Gunung Agung dan sejumlah stan lainnya.***
|
|
|
Sunday, 14 March 2010 |
|
JAKARTA—Stan Penerbit Gema Insani di ajang Islamic Book Fair 2010 yang digelar di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (13/3/2010) kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Jerry D Gray, seorang mantan tentara Amerika Serikat yang sudah bertahun-tahun bermukim di Indonesia dan sudah menjadi Muslim pula. Jerry D Gray adalah penulis sejumlah buku yang mengkritisi kebijakan pemerintah Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, termasuk Zionisme.
Melalui sejumlah bukunya yang diterbitkan oleh Gema Insani – antara lain “Demokrasi Barbar ala Amerika, Deadly Mist” dan “Pemerintah Bayangan Amerika”, Jerry berupaya menyampaikan kepada masyarakat bahwa saat ini dunia dikuasai oleh sekumpulan orang atau kelompok yang berupaya memujudkan apa yang dinamakan “The New World Order”.
“Mereka menguasai seluruh negara dan pemerintahan yang ada di dunia ini. Mereka menguasai 96 persen media massa yang ada di dunia ini, sehingga mereka bisa menguasai semua informasi dan mengatur semua pemberitaan. ereka berusaha menghilangkan semua agama di dunia ini dan menggantikannya dengan agama yang mereka ciptakan sendiri. Mereka berusaha menjadikan semua bangsa tunduk berada di bawah ketiaknya. Mereka melaukan segala upaya untuk menyambut datangnhya Dajjal,” kata Jerry D Gray pada diskusi yang diadakan di stan Gema Insani dan dipandu langsung oleh Direktur PT Gema Insani, Iwan Setiawan. Puluhan orang memadati diskusi tersebut dengan penuh minat.
Jerry mengupas tentang sejumlah kebohongan pemerintah Amerika Serikat berkait dengan perustiwa serangan 11 September 2001 yang sering juga disebut tragedy WTC. Dia memaparkan bukti-bukti melalui gambarp-gambar maupun data-data lainnya bahwa serangan yang menghancurkan menara kembar tersebut bukanlah dilakukan oleh apa yang pemerintah AS sebut sebagai teroris, khususnya Al-Qaidah yang dipimpin oleh Usamah bin Ladin. “Tragedi WTC itu merupakan kerjaan pemerintah AS sendiri agar bisa melakukan perang kepada Negara-negara lain, terutama Irak dan Afghanistan. Pemerintah AS telah melakukan kebohongan besar, telah melakukan kebohongan besar, telah melakukan kebohongan besar,” tegas Jerry D Gray berapi-api.
Jerry juga mengupas tentang flu burung, flu babi, virus dan berbagai penyakit yang kini berkembang di berbagai Negara. “Semua itu merupakan rekayasa pemerintah AS untuk membuat bangsa-bangsa lain tidak sehat, sehingga bisa mereka kuasai.Semua obat, termasuk vaksin yang mereka buat, mengandung efek samping yang bisa membahayakan kesehatan atau menimbulkan persoalan baru. Contoh imunisasi. Sebanyak 30 persen dokter di AS tidak mau mengimunisasi anaknya, tapi kenapa mereka -- antara lain melalui World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia – memaksa anak-anak kita supaya divaksinasi?
Dalam kesempatan itu, Jerry juga ditanya mengenai alasannya masuk Islam. Ia mengatakan bahwa ia telah mencari kebenaran agama-agama sejak umur 21 tahun mengaku bahwa Ia masuk Islam karena agama Islam itu logis. “Saya masuk Islam karena Islam itu logis. Kalau logis, baru saya percaya. Kalau tidak logis, saya tidak percaya,” tuturnya.
Sebelum masuk Islam, dia telah membaca “The Holy Qur’an”. “Kok nama Muhammad muncuk terus di Al-Qur’an? Saya penasaran. Maka saya membaca buku Hadits Bukhari dari A-Z. Alhamdulillah, saya bisa kenal Muhammad. Baca hadis saja saya sudah jatuh cinta kepada Muhammad. Sudah cukup bagi saya untuk meyakini bahwa Islam dan Nabi Muhammad itu benar. Lalu say abaca lagi The Holy Qur’an”. Saya semakin yakin kepada kebenaran Islam, sehingga akhirnya saya memutuskan bahwa Islamlah agama yang logis, Islamlah agama yang benar, dan saya pun masuk Islam,” kata Jerry D Gray yang pernah membeli lebih 350 judul buku tentang keislaman berbahasa Inggris saat berkunjung ke Arab Saudi guna mempelajari dan memperdalam Islam.***
|
|
|
Sunday, 14 March 2010 |
|
JAKARTA.Organisasi kesehatan non profit “Bulan Sabit Merah” membuka layanan kesehatan gratis di arena Islamic Book Fair (IBF) 2010. Berada di areal lantai 2 Istora, Senayan, stand “Bulan Sabit Merah” berada dekat dengan mushola ‘Madina’. Sejumlah petugas kesehatan yang dilengkapi peralatan dan obat-obatan siap melayani pengunjung yang ingin memeriksakan kesehatannya. Seperti yang terjadi pada Sabtu (13/3/2010), misalnya, beberapa pengunjung memeriksakan diri kepada petugas “Bulan Sabit Merah”. Selain memberikan layanan kesehatan gratis, stand “Bulan Sabit Merah” juga membagi-bagikan brosur dan berbagai mercandise kepada para pengunjung. Selain itu juga memajang berbagai informasi mengenai aktivitas organisasi. Tak ketinggalan juga disajikan video kegiatan ‘Bulan Sabit Merah”.*** |
|
|