Kemasan acara yang menarik dengan kolaborasi unsur wisata, reliji, edukasi dan keluarga menjadi daya pikat tersendiri IBF ke-11 yang akan digelar pada 9-18 Maret 2012 akan datang. Strategi promosi dan publikasi yang luas dan massif semakin mengukuhkan IBF sebagai pameran buku Islam terlengkap dan terbesar.
Kerinduan para loyalis buku, khususnya buku-buku bernuansa Islam terhadap even Islamic Book Fair (IBF) akan segera terobati. Pasalnya, pameran buku Islam terbesar dan terlengkap di Indonesia ini akan kembali digelar pada tanggal 9-18 Maret 2012 di Gelora Bung Karno, Istora, Senayan, Jakarta.
Pada hari Jum’at (12/8/2011), di Sekretariat IKAPI DKI Jakarta, Jalan Mustika Jaya, No 9 Rawamangun, secara resmi Ketua Ikapi DKI Jakarta Efi Afrizal Sinaro membentuk dan mensahkan kepanitiaan untuk IBF ke-11.
Dalam pidato arahannya, Pak Efi demikian panggilan akrab pria yang lugas bicaranya ini meminta kepada seluruh panitia IBF ke-11 untuk tetap menjaga kekompakan kerja sehingga even yang ditunggu-tunggu kaum Muslimin ini benar-benar menjadi ajang pameran yang berkualitas dan bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara.
Pameran buku Islam ke-11 ini menurut Efi, menjadi ajang pembuktian kepada masyarakat luas bahwa Islamic Book Fair adalah benar pameran buku Islam terlengkap dan terbesar di Indonesia.
Karena itu, Direktur Utama penerbit al-Mawardi ini sekali lagi mengingatkan kepada seluruh panitia untuk bekerja keras sambil terus menjalin kekompakan kerja antar sesama panitia dari awal hingga berakhirnya pameran.
Selain kekompakan kerja seluruh panitia, target besar tersebut menurut pria yang ramah dan santun ini akan juga terukur dari meningkatnya kualitas acara, baik pra maupun saat IBF berlangsung.
Di samping itu, sebaik apapun acara dikemas, tidak akan bermanfaat besar jika promosi dan publikasi IBF ke-11 tidak juga diperluas dan diperlebar. Terkait promosi dan publikasi, Pak Efi meminta seluruh panitia, khususnya panitia yang ditunjuk menggawangi bidang ini untuk menjaring berbagai komunitas yang ada, baik dari kalangan pesantren, pengusaha, sekolah berbasis Islam, kalangan perkantoran, kaum ibu-ibu majlis taklim dan komunitas lainnya yang banyak tersebar di Indonesia dengan memanfaatkan sarana dan prasarana promosi dan publikasi yang ada.
“IBF ke-11 harus menjadi even pameran buku untuk semua masyarakat di berbagai level di Indonesia. Karena itu, strategi promosi dan publikasi panitia harus lebih luas dan melebar lagi. Kalau perlu semua sarana media promosi dan publikasi dipakai agar informasi tentang pameran ini samping ke semua level masyarakat. Jika sudah dilakukan barulah IBF dapat bersyukur dapat disebut pameran Islam terbesar dan terlengkap di Indonesia,” tegas Efi.
Setiap tahun, IBF selalu dinanti-nanti masyarakat kehadirannya. Ini dikarenakan pameran buku terlengkap dan terbesar ini cukup menarik hati khalayak di berbagai pelosok negeri. Karena itu, tidak heran jika setiap kali digelar, IBF tidak pernah sepi dari pengunjung.
Para pengunjung dan loyalis IBF, baik dari kalangan santri, sekolah berbasis Islam dan berbagai majlis taklim tak hanya di wilayah jabodetabek juga di luar Jawa berbis-bis mendatangi Istora Senayan, Jakarta yang menjadi tempat rutin digelarnya IBF.
Bahkan, setiap kali pameran ini berlangsung, para pecinta buku Islam dari negara lain, terlebih negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan lainnya tidak pernah absen mengunjungi IBF. Tidak sekadar membeli buku, IBF menjadi momentum strategis bagi penerbit luar negeri untuk menjalin perjanjian mencetak buku. Fenomena ini menjadi ciri khas dan keunikan tersendiri dari IBF.
Sementara bagi para loyalis buku Islam dalam negeri, selain karena diskon buku yang besar, kemasan acara yang menarik juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangi pameran buku Islam terbesar di Indonesia ini. Untuk IBF ke-11 2012 akan datang, pameran buku yang nuansa reliji, wisata, edukasi, kekeluargaan akan tetap dipertahankan, bahkan kualitasnya akan terus diperbaiki sehingga memuaskan para pecinta IBF.
Dari tahun ke tahun penyelenggaraan IBF terus semakin meningkat. Khusus dari jumlah peserta, selain peserta utama dari kalangan penerbit buku, peserta di luar buku, seperti jenis garmen dan multi produk, seperti CD Islam dan mainan anak-anak juga terus menanjak.
Meningkatnya jumlah peserta, baik dari penerbit buku ataupun non buku membuat panitia IBF terus memutar otak agar dapat menampung semua keinginan peserta. Karena tingginya minat peserta itu pula, pada IBF ke-10 Maret tahun 2010 ini, panitia membuat dan menjual stand tenda di samping kiri dan kanan Istora. Pada IBF tahun ini, penambahan stand tenda kiri-kanan ini kemungkinan akan tetap dipertahankan.
Dari sekian banyak keunikan pameran buku Islam terbesar dan terlengkap di Indonesia ini, tampilnya berbagai sosok penting, baik dalam negeri maupun luar negeri menjadi ciri sekaligus kekhasan acara IBF.
Boleh jadi karena besarnya acara ini, para negarawan dan pejabat negara pun acap kali tampil sebagai pembicara di panggung utama IBF. Bahkan mantan RI-2, Hamzah Haz dan ibu negara Ani Yudhoyono pernah membuka ajang pameran buku Islam termegah ini.
Karena itu tidak berlebihan jika pengurus IKAPI DKI Jakarta, khususnya Pak Efi Afrizal Sinaro memiliki harapan besar jika IBF ke-11 pada 9 Maret 2012 akan datang dibuka langsung oleh RI-1 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Kehadiran Presiden membuka Islamic Book Fair (IBF) ke-11 akan menjadi lompakan signifikan bagi dunia perbukuan di Indonesia pada umumnya dan buku-buku Islam pada khususnya,” tegas Efi.
Harapan Ketua IKAPI DKI Jakarta Pak Efi dan segenap jajarannya, lebih khusus para pecinta IBF agar Presiden mau membuka IBF, bukan tidak mungkin lebih-lebih panitia IBF masih cukup untuk menjalin komunikasi intens dengan pihak istana.
Lebih dari itu, semoga dengan kehadiran Presiden dan terselenggaranya IBF ke-11, minat baca masyarakat terhadap buku, khususnya buku-buku Islam semakin tinggi. Sehingga, negeri ini semakin bermartabat khususnya di kancah dunia internasional dengan buku. Semoga.(humas)

